Beranda blog Halaman 441

Demi Anak, Ibu Ini Berpakaian ala Pria Selama 43 Tahun

0

sisa abu

BERIMBANG.COM, Kairo – Seorang wanita Mesir menyamar sebagai pria selama 43 tahun untuk membuat putrinya tetap bahagia setelah kematian suaminya. Sisa Abu Daooh, nama wanita ini, baru-baru ini dinobatkan sebagai “ibu ideal” oleh Pemerintah Provinsi Luxor dan diganjar penghargaan oleh Direktorat Solidaritas Sosial Luxor.

Abu Daooh, 64 tahun, kehilangan suaminya saat hamil. Setelah melahirkan, dia mendapati dirinya tak punya penghasilan. Budaya lokal di Mesir menentang perempuan berada di tempat kerja. Hal itu memaksanya berpakaian ala pria dan bekerja di luar rumah untuk menghidupi bayi perempuannya, Houda.

Dia bekerja membuat batu bata dan menyemir sepatu di jalan. Dia menjadi “pria” di luar rumah dan pulang kembali ke rumah sebagai ibu hingga anaknya dewasa dan menikah. Kariernya sebagai “pria” berakhir ketika jatuh sakit dan tak bisa lagi bekerja.

Selama menjadi “pria”, dia diuntungkan dengan busana tradisional laki-laki Arab yang mengenakan baju semacam jubah yang longgar. Jadi, dia hanya perlu membuka jilbabnya lalu menggantinya dengan sorban putih dan kadang-kadang topi pria yang disebut taqiyah serta sepatu hitam maskulin.

“Saya lebih suka bekerja seperti mengangkat batu bata dan kantong semen ataupun membersihkan sepatu ketimbang mengemis di jalan-jalan untuk mencari nafkah demi diri sendiri dan anak perempuan saya,” ucapnya.

Menurut dia, berbusana ala pria juga demi melindungi dirinya dari laki-laki. “Karena itu, saya memutuskan menjadi ‘pria’ dengan mengenakan pakaian mereka dan bekerja bersama mereka di desa lain yang tak seorang pun mengenal jati diri saya yang sebenarnya,” kata Abu Daooh.

Putrinya, Houda, menuturkan sangat kagum pada ibunya. “Ibu saya adalah orang yang mengabdikan dirinya untuk keluarga. Dia bangun setiap hari pada pukul 06.00 untuk menyemir sepatu di stasiun di Luxor,” ujarnya.

Dia tak henti bekerja kendati tenaganya mulai surut dimakan usia. Kini, satu-satunya pekerjaan yang masih ditekuninya adalah menyemir sepatu. “Saya yang membawakan peralatannya sampai ke stasiun,” ucap Houda.(Tem)

Batu Akik Bercampur Butiran Emas Asli Lamongan

0

batu-akik

BERIMBANG.COM, Lamongan – Pencinta batu akik, Dimas Sajiwo (26) asal Kalikapas, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur memamerkan batu akik temuannya yang bercampur dengan butiran emas. Batu gunung mengadung emas yang ada di bumi Lamongan itu, dipamerkan pada acara pameran batu akik di pelaran Gedung Korpri, Jalan Kusuma Bangsa, Lamongan, Sabtu (14/3) lalu.

Selain batu yang masih dalam bentuk bongkahan juga ada yang sudah dibentuk menjadi batu akik cincin dengan sangat mencolok butiran emasnya terlihat.

“Ini adalah batu asli dari bumi Lamongan,” ujar Dimas Sajiwo yang lebih akrab dipanggil Dimas itu kepada wartawan dan para pengunjung pameran lainnya. Kandungan emas di dalam batu akik yang memancarkan warna kuning tersebut menurut dia sudah ia buktikan sebagai emas murni 14 karat di toko emas di Jalan Kayun, Kota Surabaya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, kandungan emas dalam batu akik itu berkualitas murni. Ia sengaja menunjukkan beberapa contoh batu akik bercampur emas yang ditemukan  Dimas. Hanya saja, banyak pengunjung yang mencoba menanyakan harganya, ia justru menolak dengan alasan untuk sementara tidak dijual. “Nanti setelah Bupati Lamongan H Fadeli memberikan nama batu akik temuan saya ini, kemungkinan baru akan kita pasarkan. Untuk sekarang belum,” ujar Dimas.

Dia menolak menunjukkan tempat ia menemukan batu akik bercampur butiran emas tersebut.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa lokasi ditemukannya batu akik bercampur butiran emas itu berada di sebuah anak sungai di tengah hutan di Lamongan. Ia tidak bersedia menyebutkan, seberapa banyak keberadaan batu akik bertabur butiran emas tersebut.

“Jika nanti saya mendapatkan kompensasi yang jelas, maka akan saya tunjukkan,” ujar Dimas sambil meminta kompensasi nantinya di atas Rp 1 miliar karena dipastikan lokasinya cukup luas.

Pada bagian lain Dimas juga menunjukkan banyak jenis batu akik asli Lamongan, yang menurutnya jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber penghasilan bagi warga Lamongan. Semuanya akan mengangkat nama Lamongan lebih baik lagi. Ia memastikan bahwa kerajinan batu akik asli Lamongan nantinya akan mencuat ke permukaan jika dikelola dengan baik dan benar. (ars)