Bulan: September 2018

Berita UtamaBogor

Lemah Pengawasan, Penjualan Obat Keras Daftar G Marak Di Kemang Kab Bogor

BERIMBANG COM, Bogor – Penjualan obat keras yang masuk daftar G di Wilayah Kecamatan Kemang cukup marak. Karena itu, Lembaga Perlindungan Konsumen Bhayangkara Utama mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melakukan tindakan pengawasan terhadap ratusan toko obat yang menjual obat berbahaya tersebut.

Menurut Sekretaris Lembaga Perlindungan Konsumen Bhayangkara Utama Andri Suryadi mengatakan, obat daftar G yang seharusnya menggunakan resep dokter banyak dijual oleh pemilik toko obat begitu saja. Karena itu, dia meminta agar Dinkes Kabupaten Bogor melakukan pengawasan lebih ketat semisal ada inspeksi mendadak (sidak) rutin yang dilakukan.

" Kami meminta untuk disidak dan diawasi, karena banyak toko obat melakukan pelanggaran. Kebanyakan ditawarkan kepada para pelajar dan mahasiswa. Mereka membeli untuk mabuk karena harganya juga murah. Penjualan obat daftar G ini memang harus diwaspadai,” katanya. Kamis, (03/10/2018). 

Menurutnya juga, sidak dan pengawasan ini perlu dilakukan kepada semua toko obat untuk menangkal penjuakan obat daftar G yang mulai mengkhawatirkan. Karena, penjualan obat tersebut dapat memunculkan aksi tindak kriminalitas dan peredaran narkoba di kalangan para pelajar dan mahasiswa.

”Setelah kenal obat ini, kemungkinan akan menjurus melakukan tindakan melangar hukum. Pasti mereka akan menjual narkoba dan aksi kejahatan lain,” Tandas Andri.

Rep : Haidy Arsyad /yosef

 

 

Berita UtamaDepok

Investasi Di Depok Semakin Menggeliat

BERIMBANG.COM, Depok – Kota Depok daerah yang sangat berkembang, dengan semakin bermunculan properti seperti apartemen bermunculan di wilayah Margonda dan sekitarnya. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok sejak tahun 2005-2017, masa depan investasi di Kota Depok semakin menarik bagi para Investor.

Investasi di Depok cenderung dari tahun ke tahun meningkat, hal ini Depok yang berbatasan langsung dengan ibukota Jakarta.

Kepala DPMPTSP Kota Depok, Yulistiani Mohtar mengatakan, bahwa pihaknya melakukan banyak hal untuk meningkatkan nilai investasi di Kota Depok.

“Sesuai visi kami, yaitu terwujudnya pelayanan perizinan prima dan Kota Depok yang ramah investasi,” katanya, ketika di temui mediaberimbang.com di ruang kerjanya.

Dirinya menyebutkan, investasi di Depok mengalami peningkatan luar biasa pada 2017. Berdasarkan grafik, rata-rata terjadi peningkatan perizinan dan investasi di Depok kurun waktu lima tahun terakhir.

“Iklim investasi di Depok yang paling besar atau utama yaitu, properti memiliki porsi sebesar 40-50%, perdagangan sebesar 20%, jasa 20%, dan lain-lain sebesar 20%,” paparnya.

Dikatakannya, perkembangan investasi dan perekonomian di Kota Depok selama ini masih terpusat di Margonda sebagai jantung kota.

“Rencananya Bojongsari akan dijadikan Margonda kedua sehingga diharapkan perekonomian baru akan hidup di sana. Iklim investasi juga berkembang di sana seiring dengan adanya akses jalan yang lebih baik,” ujar Yulistiani.

Yulistiani menuturkan, berinvestasi di Depok seolah sangat menguntungkan sehingga banyak investor yang masuk ke Depok. Dengan kata lain, iklim investasi di Depok cenderung positif sehingga banyak kaum urban memilih Kota Depok sebagai lokasi tujuan bisnis dan tempat tinggal.

“Depok itu kota urban. Banyak yang kerjanya di Jakarta, tapi tinggal di Depok karena melihat adanya akses transportasi dan jalan sehingga tidak heran kalau bisnis properti (apartemen) di sini laku,” tuturya.

Dirinya menambahkan, keuntungan yang dimiliki Depok adalah kontur tanah dan air yang lebih bagus dibandingkan wilayah penyangga DKI Jakarta lainnya.

“Dari analisis para investor mengungkapkan bahwa usaha apartemen di Depok sangat bagus. Ini indikator langsung dari pengusaha,” tambahnya.(adi)