Bulan: Maret 2016

Depok

Dua Pengedar Narkoba Diciduk Unit Reskrim Polsek Leuwiliang

IMG-20160330-WA0000

BERIMBANG.COM, BOGOR – Jajaran Unit Reserse Kriminal Polsek Leuwiliang berhasil menciduk dua orang pengedar sabu yang sedang melakukan transaksi di Kampung Sawah Wetan,  RT 02/02, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Selasa (29/3) siang.  Penangkapan kedua orang pengedar barang haram ini dilakukan saat jajaran kepolisian setempat tengah menggelar Operasi Bersih Narkoba (Bersinar).

Kedua tersangka tersebut atas nama Endang Munandar (39), warga Kampung Pasar Jumat RT 02/06, Desa Cibitung Kulon, Kecamatan Pamijahan, dan Sutriyani (44) warga Komplek ABRI Sukasari RT 01/04, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang kami himpun tentang adanya transaksi narkoba yang langsung kami tindaklanjuti,” kata Humas Polsek Leuwiliang, Aiptu Taupik kepada awak media.

Ia menjelaskan, sesampainya di lokasi, para pelaku ditangkap berikut sejumlah barang buktinya. “Kami berhasil mengamankan satu paket sedang sabu, seperangkat alat hisap, dua buah korek api, dua bungkus rokok, dua handphone dan empat lembar kertas bukti transferan,” tuturnya.

Taupik menambahkan, pelaku langsung digiring ke Mapolsek Leuwiliang untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. (Raden)

Depok

Marak Kasus Bunuh Diri, Pemkot Depok Segera Buat Klinik Kejiwaan

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.    ( Adi )
Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. ( Adi )

BERIMBANG.COM, Depok – Baru-baru ini, Kota Depok dihebohkan peristiwa tewasnya dua kakak-adik perempuan yaitu DS (30) dan ZS (29), di Jalan Melati, Rt,05 Rw, 05 Kelurahan Depok Jaya Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. Dua Karyawati ini tewas sejak pagi di kamar tidur. Diduga karena terjepit masalah keuangan. Didekat mereka polisi menemukan dua surat wasiat.

Kasus-kasus bunuh diri yang terjadi di Kota Depok, jadi fenomena yang memprihatikan berbagai pihak. Salah satunya termasuk Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

Guna mendeteksi dan mencegah masalah tekanan kejiwaan ini, terutama di kalangan pelajar, Pemkot Depok membuat klinik bimbingan jiwa dan agama di sekolah-sekolah dari SD, SMP dan SMA.  Di klinik ini disediakan psikolog dan ahli agama. Kenakalan pelajar dan remaja juga masalah sosial yang ditangani.

“Pemerintah (Kota Depok) segera buat klinik masalah kejiwaan ini, berupa klinik bimbingan kejiwaan dan agama di sekolah-sekolah semua tingkatan. Di klinik ini ada ahli kejiwaan dan agama. Fenomena bunuh diri ini  sangat memprihatinkan. Bunuh diri sangat dibenci Tuhan. Miris saya,” ujar Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Sabtu (26/3/2016).

Dikatakan Pradi Supriatna, bunuh diri yang terjadi di kalangan remaja, pemuda, sampai dewasa lantaran tak kuat menghadapi tekanan kejiwaan dari masalah. Selain itu juga lemahnya keimanan seseorang pada keyakinan agamanya.

Menurut Pradi, Pemkot Depok sangat bersungguh-sungguh dalam hal pembinaan dari penyimpangan moralitas ini.

“Kota Depok sekarang, di era saya, Wali Kota Pak Idris dan saya sebagai wakilnya, punya moto ‘Unggul, Nyaman, dan Relijius sebagai panduan kerja kami. Maka penyimpangan akhlak dan nilai agama perlu kita cegah. Kerjasama dengan semua elamen sosial harus ditingkatkan. MUI dan oraganisasi keagamaan lainnya perlu terlibat,” ujar Bang Pradi.(Adi).

Depok

Pelayanan Buruk, Komisi D DPRD Minta Kepala BPJS Depok Mundur

images (36)

BERIMBANG.COM, Depok.- Tidak diundang dalam kegiatan sosialisasi kenaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan Kota Depok, anggota Komisi D DPRD Kota Depok Pradana Mulyoyunanda berang. Bahkan meminta mundur Kepala BPJS Depok jika tidak sanggup bertugas di Depok, apalagi pelayanan yang di berikan BPJS Depok sangat buruk.

Berdasarkan pantauan, beberapa anggota Komisi D DPRD Depok datang diantaranya Pradana, Qonita, Rezky Noor. Namun mereka hanya di luar ruangan acara press konferensi BPJS Kesehatan, anggota dewan tersebut tidak masuk dan langsung meninggalkan ruangan Balaikota Depok.

Anggota Dewan Komisi D, Pradana mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting karena kebijakan kenaikkan iuran yang sebagian besar banyak masyarakat yang mengeluh keberatan. Komisi D yang membidangi masalah sosial, tidak diundang sosialisasi, alasan BPjS karena ini baru sosialisasi dengan media saja. Harusnya sebelum preskon pihaknya diajak diskusi dulu.

“Kalau suara kami tidak didengar lebih baik kepala BPJS Kesehatan mundur saja kalau tidak mampu membangun komunikasi yang baik dengan kami, tentu kami sangat tersinggung,” ujar Pradana saat ditemui di kegiatan press konferensi BPjS di Aula Bougenville Balkot Depok, Rabu (16/3/2016) yang lalu.

Menurut Pradana ini adalah bentuk komunikasi yang tidak bagus dari BPJS kesehatan Depok sebagai penyelenggara kesehatan. Karena pihaknya tidak mau sampai masyarakat jadi korban lagi. Pihaknya pun meminta agar kenaikan iuran BPJS perlu dikaji kembali karena belum adanya kesepahaman dari semua unsur, misalnya pihak Pemerintah dengan Dewan.

“Saya juga meminta kepada DPR melalui fraksi Demokrat agar ditinjau kembali kenaikan iuran BPJS. Kenaikan BBM saja bisa ditinjau kenapa masalah kesehatan ini tidak bisa. Kami kecewa kenapa tidak diundang untuk membicarakan kenaikan ini,” papar Politisi dari Partai Demokrat ini.

Sementara itu, Kepala Departemen Hukum Komunikasi Publik Kepatuhan dan Keuangan Divisi Regional IV, Radiatun menjelaskan bahwa bukan tidak mau mengundang. Namun dari kantor pusat, pres konferensi ini dilakukan secara nasional dan serentak di seluruh provinsi di kantor cabang. Kantor pusat dilakukan di rumah sakit Darmais. Namun bukan berarti tidak ada kapasitas DPRD dalam hal ini.

“Saya sudah berjumpa dengan pak Pradana, lain waktu kami akan melakukan sosialisasi bersama, kami akan mengundang beliau untuk hadir. Kami senang beliau ikut bersama menyosialisasikan JKN, ini program pemerintah,” jelas Radiatun.

Radiatun melanjutkan, jika press konferensi ini berkaitan dengan layanan kesehatan, rumah sakit swasta, dokter dan beberapa hal mengenai benefit yang BPjS berikan maka pihaknya mengundang dari ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSI) dan Kadinkes.

“Kami senang dengan DPRD, mereka mitra kami dan kami siap bersinergi,” pungkasnya.(Adi).

Depok

Wakil Walikota Depok Resmi Membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional

IMG-20160322-WA0003

BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna secara resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Depok yang diselenggarakan di Lapangan Merpati Depok, Senin (21/3/2016). dihadiri para pelajar, turut hadir Perwakilan Unsur Muspida, Perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni dan Budaya Kota Depok, Kepala OPD, dan Camat se-Kota Depok.

Ketua Panitia Neng Sugiati, Peserta O2SN diikuti 8.500 pelajar dan official dari 11 Kecamatan jenjang SD, SMP negeri dan swasta di Kota Depok. mempertandingakan SD 8 cabang olahraga dan SMP 9 cabang olahraga.

Peserta akan berlaga dalam  cabang lomba, yaitu atletik kit, bulutangkis, tenis meja, catur, renang, karate, pencak silat, voli mini, bola voli putri, Semua lomba akan diselenggarakan di Kota Depok.

Wakil Walimota Depok Pradi Supriatna mengungkapkan, kita harus mampu menciptakan generasi yang sehat baik jasmani maupun rohani. Sehingga kompetisi ini dirasa sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kesehatan para siswa di Kota Depok.

“O2SN dapat memunculkan bibit atlet baru di Kota Depok, selain itu juga dapat meningkatkan prestasi anak-anak, baik di bidang pendidikan, serta pengetahuan,” ucap Pradi pada awak media di stadion merpati.

Wakil Walikota Kelahiran Depok ini berpesan kepada seluruh kontingen dari setiap kecamatan di Kota Depok untuk terus menjunjung sportivitas dalam bertanding. Sehingga, nantinya dapat bertambah jumlah atlet terbaik di Kota Depok yang dapat mewakili hingga tingkat provinsi dan nasional, yang nantinya Pemerintah akan memfasilitasi.

O2SN tahun ini akan berlangsung sejak 21 hingga 23 Maret 2016 dan kegiatan lombanya berpusat di Lapangan Merpati. Lomba dipertandingkan untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adapun cabang yang dilombakan berjumlah 9 cabang olahraga, yaitu bulutangkis, voli, tenis meja, renang, atletik, karate, pencak silat, catur, dan tenis meja.(Adi).

BogorJabodetabek

Polres Bogor Musnahkan Ganja dan Sabu

IMG-20160324-WA0006

BERIMBANG.COM, BOGOR – Kepolisian Resort Bogor memusnahkan barang bukti narkoba jenis ganja dan sabu di halaman depan Mapolres Bogor, Kamis (24/3/16). Barang bukti tersebut merupakan hasil dari pengungkapan kasus narkoba di wilayah Kabupaten Bogor dalam tiga bulan terakhir.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil operasi selama bulan Januari-Maret 2016, dari 32 kasus narkoba dengan 13 tersangka, dengan barang bukti narkoba sebanyak 88,09 gram sabu dan 23,37 kilogram ganja. Ganja tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dalam dua tong,  sedangkan sabu dimusnahkan dengan cara direndam dalam air.

Tampak hadir juga dalam pemusnahan barang bukti Narkoba itu,  Sekda Kabupaten Bogor Adang Supandar, Ketua DPRD Ade Ruhandi, dan Kejati Lumumba Tambunan. (Raden)

BogorJabodetabek

Aktivitas Proyek Tol Cisuka Rugikan Warga

IMG-20160323-WA0002

BERIMBANG.COM, BOGOR – Aktivitas pekerjaan pembangunan jalan Tol Ciawi – Sukabumi (Cisuka) di wilayah Cigombong,  dikeluhkan warga. Pasalnya, para perusahaan pemberi layanan jasa kontruksi dalam pekerjaan tersebut, kurang memperhatikan dampak lingkugan akibat pekerjaannya. Sehingga, tidak sedikit warga yang merasa dirugikan.

Sejak proyek Tol Cisuka dimulai, gelombang protes warga sekitar yang terdampak, mulai bermunculan.

Kondisi itu dipicu oleh beberapa faktor. Seperti, dampak kemacetan akibat keluar masuknya kendaraan material dan alat berat, kerusakan dan licinnya jalan akibat lumpur tanah yang terbawa kendaraan proyek, serta polusi suara dan getaran.

“Katanya perusahaan sub kontraktor itu semua profesional, tapi buktinya mereka seperti tidak peduli dengan dampak yang ditimbulkan oleh pekerjaannya”, kata Risman, warga Cigombong kepada berimbang.com, yang mengaku dirugikan oleh sikap tidak profesional para pelaksana pekerjaan Tol, Rabu (23/3/16).

Sementara itu, Weni, warga Lido Cigombong, terpaksa dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka dalam di bagian kepala, setelah mengalami kecelakaan bersama suaminya, lkarena tergelincir saat melintas di jalan beton berlumpur akibat aktivitas kendaraan proyek Tol, di Kampung Cijambu, Desa Cisalada, Rabu pagi tadi.

“Pihak sub kontraktor chungma memang tanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa saya dan istri saya. Tapi sebelumnya manajemen chungma sempat lempar batu ke perusahaan lain”, ungkap Suami Weni, korban kecelakaan.

Saat dikonfirmasi, pihak PT Chungma, mengakui bahwa aktivitas kendaraan yang keluar masuk ke lokasi proyek membawa material tanah ke jalan umum. Dimusim penguhujan saat ini, material tanah itu jadi lumpur yang mengakibatkan jalan menjadi licin.

“Ya, memang kami akui kondisi itu. Namun, kendaraan proyek itu bukan hanya milik kami, tapi milik beberapa Sub Kontraktor lain yang sedang melaksanakan pekerjaan di area kami”, kelah manajemen PT Chungma yang enggan menyebutkan namanya.

Sekedar informasi, pekerjaan proyek jalan Tol Cisuka ditangani oleh Main Kontraktor PT Posco. Perusahaan tersebut men Sub kan pekerjaannya kepada sejumlah perusahaan jasa kontruksi lain. Diantaranya, PT Chungma, PT Global, PT LMA dan beberapa perusahaan lainnya. Dampak terbesar yang ditimbulkan oleh pekerjaan proyek itu terjadi pekan lalu di wilayah Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin. Dimana,  sejumlah rumah warga hancur tergerus bajir yang membawa material lumpur dan tanah, yang berasal dari area proyek jalan Tol di area pekerjaan PT. Posko. Bencana serupapun melanda sawah milik warga di Kampung Ciletuh,  Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, akibat pekerjaan PT.  LMA. (Raden)

BogorJabodetabek

Anggota Fraksi ABR dan Komisi B Mangkir, Pengusaha Kontruksi : Ini Pelecehan !

IMG-20160322-WA0015

BERIMBANG.COM, BOGOR – Belasan pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Jasa Kontruksi dan Pengadaan Kota Bogor, merasa dilecehkan oleh Fraksi Amanat Bintang Restorasi (ABR) dan Komisi B DPRD Kota Bogor. Pasalnya, kedatangan para pengusaha ini ke gedung DPRD dalam rangka memenuhi undangan dari Fraksi ABR dan Komisi B untuk ber Audiens. Namun hingga lewat batas waktu yang telah ditetapkan dalam undangan tersebut, tidak satupun anggota Fraksi ABR maupun Komisi B yang menemui mereka.

“Terus terang saja kami merasa sangat dilecehkan! Mereka yang mengundang kami, tapi sampai sore ini tak ada satu batang hidungpun dari beliau beliau yang muncul. Ruangan merekapun kosong. Maksud mereka apa kalo bukan niat melecehkan kami”, kata Safei Aminata, salah seorang anggota paguyuban, kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/3/16) sore.

Kekesalan para pengusaha itu sangat beralasan. Karena, sejak pukul 15:30 WIB para kontraktor sudah berkumpul di gedung dewan. Namun, hingga pukul 16:30 WIB, tak ada satupun anggota Fraksi maupun komisi B yang menemuinya. Padahal, sesuai jadwal dalam surat undangan pertemuan seharusnya berlangsung pukul 16:00 WIB.

Safei menjelaskan, undangan audiensi antara Komisi B dengan para pengusaha kontruksi ini berkaitan dengan penolakan isu tentang adanya anggota dewan yang ‘bermain’ soal pembangunan di Kota Bogor. Sehingga diagendakanlah forum diskusi yang rencananya akan berlangsung di ruang komisi B.

“Wakil rakyat itu harus jadi panutan dong.  Mereka yang meminta kami hadir, tapi justru mereka sendiri yang mangkir,” jelasnya dengan nada kesal.

Menanggapi hal itu, Pengamat Kontruksi Bangunan Kota Bogor Torik Nasution sangat menyayangkan dan kecewa terhadap prilaku para wakil rakyat tersebut.

“Paguyuban pengusaha kontruksi, merupakan wadah pengusaha lokal dibidang kontruksi, seharusnya dewan bisa menepati janjinya sesuai undangan. Ya, wajar saja kalau mereka merasa dilecehkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Toriq mengatakan, bicara soal pembangunan, banyak permainan yang dilakukan para legislatif. Toriq mencontohkan  banyaknya pembangunan melalui bantuan aspirasi dewan yang diperjual belikan. Toriq mendorong agar semua pihak turut andil ambil bagian dalam melakukan pengawasan bahkan dapat membongkarnya.

Seharusnya lanjut Torik, Dewan itu lebih memprioritaskan usulan di Musrenbang. “Musrenbang itu jelas ada payung hukumnya sesuai undang- undang Nomor 25 tahun 2004 tentang pembangunan nasional, dan itu harus prioritaskan,” pungkasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Pelantikan Forum UMKM Caringin Dikritisi Pelaku Usaha

IMG-20160322-WA0013

BERIMBANG.COM, BOGOR – Peresmian dan Pelantikan Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Caringin, yang diselenggarakan di Gor Caringin, Selasa (22/3/16) dikritisi pelaku usaha. Bubung Saiful Arsyad, pemilik usaha jaket Khe – khe Collection asal Kampung Cisalopa, Desa Pasir Buncir, menilai tidak ada tranparansi terkait pemilihan ketua dan pembentukan struktur Forum UMKM Kecamatan Caringin, serta perlombaan UMKM dalam acara yang digelar panitia.

Cawy, demikian sapaan akrab pemilik usaha jaket Khe – Khe Collection mengaku baru mengetahui adanya acara tersebut Selasa pagi. “Saya selaku pengurus Umkm Caringin sangat kecewa. Karena saya tidak mengetahui adanya pembentukan forum dan pembentukan pengurus umkm. Padahal saya sendiri pengurus forum lama dari umkm caringin. Saya diberitahu adanya acara ini tadi pagi jam 9 dari staf kecamatan yang telpon”, keluh Cawi.

Cawi menambahkan, sesi penilaian lomba dalam acara inipun dia tidak mengetahuinya. “Pantas saja pelaku ukm lain yang jadi juara karena penuh persiapan, sedangkan kami serba dadakan”, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ukm pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Bogor, A. Aziz, mengatakan, di Kabupaten Bogor saat ini sudah terbentuk 30 Forum UMKM. “Kami menargetkan dalam waktu satu bulan ini forum UMKM sudah terbentuk di seluruh kecamatan”, katanya.

Ditanya soal konsistensi Pemerintah Daerah dalam mensuport para pelaku UMKM, Kabid Ukm menyatakan, para pelaku usaha harus pro aktif dan memperluas jaringan usahanya. “Pelaku usaha harus memperluas jaringan usahanya, dan harus pro aktif berkomunikasi dengan kami”, tandasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Jalur Maseng Longsor, Perjalanan KRL Bogor – Sukabumi Dihentikan

IMG-20160322-WA0006

BERIMBANG.COM, BOGOR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dalam dua pekan terakhir, mengakibatkan tanah di perlintasan Kereta Api jurusan Bogor – Sukabumi amblas di KM 11+8/9 atau tepatnya, antara Stasiun Maseng – Bogor, Minggu (20/3/16) Malam. Akibatnya rel kereta menggantung sepanjang 15 meter dengan kedalaman 10 meter.

Longsoran dan tanah amblas di wilayah Cigombong, Cijeruk ini menyebabkan pelayanan KRL Bogor-Sukabumi dihentikan selama 3 (tiga) hari ke depan. “Untuk sementara, perjalanan kereta api Bogor – Sukabumi dibatalkan dan tidak ada perjalanan KA Pangrango selama tiga hari kedepan,” kata Kepala Stasiun Bogor, Darmin.

Dia mengatakan, longsor yang di sekitar rel tersebut terjadi pada Minggu 20 Maret 2016 malam setelah hujan mengguyur wilayah Bogor. “Saat ini ada 50 pekerja yang sedang melakukan perbaikan. Kami berharap, pengerjaan bisa lebih cepat selesai agar pelayanan bisa kembali dilakukan,” kata dia.

PT KAI juga mengerahkan alat berat untuk membantu percepatan perbaikan. “Untuk memaksimalkan pekerjaan perbaikan, kami menurunkan alat berat ke lokasi longsor. Mudah – mudahan dalam waktu tiga hari kedepan, jalur kereta sudah bisa difungsikan lagi”, katanya. (Raden)

BogorJabodetabek

Kepala BPMPTSP : Minggu Depan IMBG Ananda Fashion Cileungsi Kami Cabut

IMG-20160322-WA0005

BERIMBANG.COM, BOGOR – Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Bogor menegaskan, Ijin Mendirikan Bangunan Gedung (IMBG) Pasar Modern atau Ananda Fashion Cileungsi akan segera dicabut.

“Kemungkinan minggu depan, kami lakukan pencabutan IMBG Pasar Modern Cileungsi,” kata Kepala BPMPTSP Kabupaten bogor, Yani Hasan, saat dihubungi melalui pesawat telepon selularnya, Senin (21/3/16).

Mengacu pada surat pembekuan IMBG dari BPMPTSP yang diterima manajemen Ananda Fashion pada tanggal 5 Maret 2016, seharusnya pada tanggal 18 Maret lalu BPMPTSP sudah mencabut IMBG Pasar Modern tersebut. Karena sesuai aturan, pencabutan dilakukan dengan jeda waktu selama 14 hari kalender, sejak surat itu diterima yang bersangkutan.

Menanggapi hal itu, Kepala BPMPTSP berdalih jika pihaknya terkendala oleh persoalan lain yang harus diselesaikan terlebih dahulu. “Kemarin kita banyak acara,  sehingga secara teknis personal yang menangani persoalan ijin Ananda Fashion terlibat pekerjaan yang sangat padat. Kami juga sudah menjelaskan kepada oumbudsman”, kelahnya.

Ketika ditanya kepastian waktu pencabutan IMBG Ananda Fashion, Yani Hasan menyatakan belum bisa mempubikasikannya. “Pokoknya minggu depan kami lakukan pencabutan,” janjinya.

Sementara itu, pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Cileungsi, H.Dudung, mengatakan pihaknya akan terus mengawal kinerja BPMPTSP.

“Intinya kami percaya dan menyerahkan semuanya kepada Pemda Bogor. Saya yakin Yani Hasan selaku kepala BPMPTSP tahu mana yang benar dan mana yang salah, dan beliau bisa menjalankan amanah sesuai tugas dan fungsinya,” tandas H.Dudung. (Raden)