Bogor

PPSAC Gelar Festival Pasanggiri Pencak Silat Cimande Open 2018

Spread the love

BERIMBANG.COM, Bogor- Upaya untuk melestarikan tradisi seni beladiri Penca Silat Cimande sebagai salah satu warisan budaya nasional terus bergulir. Hal itu misalnya tercermin dari digelarnya Festival Pasanggiri Penca Silat Cimande bertajuk Cimande Open 2018 yang digelar pada Minggu (23/12/18) di Padepokan Penca Silat Cimande, Kampung Tarikolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Penyelenggaraan Festival Pasanggiri Penca Silat Cimande, Cimande Open 2018 ini memang baru pertama digelar meski sebenarnya sudah ada beberapa rangkaian festival serupa sebelumnya. Namun inilah yang pertama digelar oleh Pusat Penca Silat Aliran Cimande (PPSAC). Festival kali ini diikuti oleh 400 peserta dari 15 perguruan/lingkung seni beraliran Cimande dari sekitar wilayah Bogor, Depok dan Sukabumi. Jumlah peserta tersebut menjadi yang terbanyak hingga saat ini dan kami berharap pada penyelenggaraan festival selanjutnya akan semakin bertambah baik dari jumlah peserta maupun skala acara hingga mencapai tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” ujar Ketua Umum PPSAC, Siswahyudi dalam sambutannya.

Menurutnya penyelenggaraan acara ini merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan penca silat Cimande dengan pembinaan dan pembibitan generasi pesilat Cimande yang dimulai sejak usia dini.
Pembina PPSAC, Fadli Zon menyambut baik penyelenggaraan acara ini. Wakil Ketua DPR RI tersebut menyatakam sebagai salah satu aliran penca silat tertua di Nusantara, Penca Silat Cimande harus tetap bertahan dan berkembang.

“Nilai-nilai luhur dari Penca Silat Cimande yang terkandung dalam taleq (sumpah) maupun dalam kombinasi gerakan buang kelid, salancar dan pepedangan sangat sesuai dengan upaya pengembangan karakter dan mental yang baik bagi generasi saat ini dan generasi penerus,” tuturnya.

Sementara Kepala Desa Cimande, Sudarjat berharap acara ini akan semakin memperkokoh silaturahmi antar lingkung seni dan perguruan beraliran Cimande serta semakin mengukuhkan Penca Silat Cimande sebagai ikon budaya Kabupaten Bogor dan daya tarik bagi masyarakat untuk ikut melestarikan budaya Cimande.

“Nama Cimande sudah mendunia meski mungkin banyak yang mengenalnya dari tradisi pengobatan patah tulang dan balur (minyak) Cimande saja. Padahal sejatinya kedua hal itu tidak akan ada tanpa kehadiran Penca Silat Cimande, ” paparnya.

Karena itu seiring penetapan Cimande sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Bogor, pembinaan dan pembibitan penca silat menjadi fokus dari pemerintah.

“Pengembangan Penca Silat Cimande sebagai daya tarik wisata budaya di Desa Cimande harus dilakukan dengan tetap menjaga nilai-nilai yang digariskan oleh para karuhun (leluhur),” urai Pengurus Desa Wisata Cimande, Aceng Sukron

Festival yang terbagi dalam kategori usia pradini, usia dini dan dewasa (remaja) ini memperebutkan trophy bergilir dari Pembina PPSAC, Ketua Umum PPAC dan Kepala Desa Cimande serta uang pembinaan.

Selain dihadiri para Ketua (kasepuhan) Cimande, unsur musyawarah pimpinan kecamatan (camat, kapolsek serta danramil), acara ini juga dihadiri 3 orang tamu dari asosiasi penca silat Singapura yang turut memeriahkan acara dengan menjadi penabuh gendang (nayaga) yang mengiringi penampilan peserta. Rencananya Festival Pasanggiri Penca Silat Cimande yang diagendakan sebagai acara tahunan akan kembali digelar usai pelaksanaan pemilu 2019.

(Na/Wan)