Categories: Daerah

“Heboh! Fenomena Alam Badai Kilat di Langit Di Kota Subang

BERIMBANG.COM, Subang Warga Subang, Jawa Barat dibuat panik oleh badai petir yang dikabarkan terjadi di langit timur Bandung. Beberapa bahkan mengaitkannya dengan aktivitas vulkanologi Gunung Tangkuban Parahu yang berada di Bandung, Jabar.

Min @kotaSUBANG ada kilatan cahaya seperti petir di arah timur Jalan Cagak teu ereun2 ti magrib min, cing di infokan ada apa ya min?,” tulis akun Twitter @agunhidayan, Rabu (7/1/2015).

Ada pula kicauan menghebohkan dari @Gosipsubang, “Heboh! Fenomena Alam Badai Kilat di Langit @kotaSUBANG.

Badai petir ini disebut-sebut tak mengeluarkan suara. Hanya kilatan cahaya saja. Banyak pula pengguna media sosial yang mengaitkannya dengan peningkatan status Gunung Tangkuban Parahu yang dikabarkan naik menjadi Siaga IV. Benarkah ada hubungannya?

“Tak ada kaitannya,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono kepada wartawan di Jakarta.

Surono menyatakan, hingga detik ini tak ada peningkatan status pada gunung setinggi 2.084 meter itu. Hingga saat ini, kata dia, gunung tersebut masih berstatus Waspada.

“Masih Waspada, nggak benar meletus,” ucap dia.

Muatan Listrik

Lalu apa yang sesungguhnya terjadi di balik badai kilat ini? Pria yang karib disapa Mbah Rono itu menjelaskan, kilat yang terjadi saat musim hujan merupakan sesuatu yang normal. Biasanya kilat akan diiringi dengan bunyi guntur.

Hanya saja kecepatan cahaya kilat lebih cepat dari kecepatan suara guntur. Karena itu kilat pasti akan nampak lebih dulu dari suara guntur.

“Kecepatan rambat gelombang sinar di udara jauh lebih cepat dari suara. Jadi kilatnya kelihatan lebih dulu karena kecepatan rambatnya di udara lebih cepat. Kalau suaranya saja kita nggak dengar, berarti jauh banget,” papar dia.

“(Kalau meletus) Orang Bandung pasti dengar kan cuma 30 km. Itu pasti kedengaran geledeknya. Itu bukan akibat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu. Karena harus meletus baru ada geledek,” imbuh Mbah Rono.

Namun Mbah Rono tak memungkiri kilat dan guntur menyertai peristiwa meletusnya gunung berapi. Setiap gunung berapi meletus, sambung dia, akan menghadirkan muatan listrik. Itu karena ada elektron yang bergerak dan menimbulkan listrik dalam jumlah besar.

“Tapi begitu kelihatan artinya geledek (guntur) dekat dengan kita. Tapi kalau cuma sinarnya aja berarti jauh banget (lokasinya),” tutur Mbah Rono. Seharusnya, sambung dia, jika Gunung Tangkuban Parahu benar meletus, warga Bandung juga mendengar bunyi guntur.

“Kan jaraknya (Bandung dan Gunung Tangkuban Parahu) dekat, hanya 30 km,” tandas Mbah Rono.(L6)

Share

Recent Posts

Polsek Cijeruk Dan Basamu Berikan Air Bersih Kepada Masyarakat Cijeruk

BERIMBANG.COM, Bogor - Musim Kemarau yang berkepanjangan membuat beberapa Warga di Kabupaten Bogor dan sekitarnya kesulitan untuk mendapatkan Air Bersih, karena… Read More

8 jam ago

Muspika Kec Cigombong Melaksanakan Upacara Bendera Dalam Rangka Peringati HUT RI Yang Ke-74

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) menjadikan sebuah kewajiban bagi seluruh Instansi Pemerintahan,… Read More

1 hari ago

Festival Kuliner RW 03 Cinangka Dapat Apreasi Dari Wakil Walikota Depok

BERIMBANG.COM, Depok - Festival kuliner RW 03 kelurahan Cinangka mendapat apresiasi yang luar biasa dari wakil walikota Depok Pradi Supriatna… Read More

1 hari ago

Dalam Rangka HUT RI Ke 74, PDAM Tirta Asasta Diskon 50 Persen

BERIMBANG.COM, Depok - Dalam rangka HUT Republik Indonesian (RI) ke 74 dan Hari pelanggan Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal… Read More

2 hari ago

Persetujuan DPRD Kota Depok terhadap RAPERDA Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019

BERIMBANG.COM, Depok - Rapat Paripurna DPRD Kota Depok dalam rangka Persetujuan DPRD Kota Depok terhadap RAPERDA Perubahan APBD Tahun Anggaran2019,… Read More

2 hari ago

Pemdes Ciburayut Manfaatkan Dana Desa Untuk Pembangunan Gedung Sarana Olahraga

BERIMBANG.COM, Bogor - Turunnya Dana Desa (DD) yang diterima Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor dimanfaatkan untuk… Read More

3 hari ago