Cerita Harimau Jadi – Jadian Panjalu

5
Pintu masuk makam panjalu
Pintu masuk makam panjalu
Pintu masuk makam panjalu

BERIMBANG.COM, Ciamis – Ciamis memiliki sebuah danau yang cantik bernama Situ Lengkong Panjalu. Selain wisata alam dan religi, danau ini memiliki kisah mistis tentang 2 harimau jadi-jadian. Bagaimana ceritanya?

Situ Panjalu terdapat di jalan alternatif dari Kawali, Ciamis yang tembus ke Gentong, Tasikmalaya. Atau kalau dari arah Gentong, belok di pertigaan yang menuju Pesantren Suryalaya dan teruskan perjalanan sampai di Situ Panjalu.

Dalam kisahnya, kedua harimau ini sebenarnya adalah manusia dan cucu kembar dari Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran. Si kembar Bombang ini lahir di Panjalu dan saat remaja, mereka berguru kepada orang sakti.

Namun sayang, keduanya melanggar aturan guru mereka dengan mandi di kolam atau mata air yang jernih berisi aneka ikan. Si kembar Bombang ini berubah jadi harimau. Kedua harimau ini lantas diurus oleh Raja Panjalu saat itu dan Maung Panjalu berjanji akan menjaga kelestarian alam serta memangsa mereka yang merusak alam.

Sejak saat itu sampai sekarang, jika warga di sekitar Panjalu merasa melihat harimau di hutan, mereka akan beranggapan itu adalah harimau jadi-jadian Bombang Larang dan Bombang Kencana yang sedang berpatroli. Percaya tidak percaya, namun ada local wisdom di balik kisah mistis ini untuk menjaga kelestarian alam terutama sumber mata air.

Nah, sebagai kenang-kenangan atas kisah mistis ini, wisatawan jangan lupa membeli T Shirt bertema Maung Panjalu atau Prabu Hariang Kencana. Selamat berlibur di Ciamis dan ingat pesan Maung Panjalu untuk menjaga kelestarian alam.

Hawa sejuk dan pepohonan rindang jadi modal awal untuk menarik wisatawan ke danau seluas 57,95 hektar itu. Tempat parkir kendaraan cukup luas dan berhadapan langsung dengan deretan toko suvenir.

Tidak jauh dari tempat parkir ada monumen perjuangan Tentara Pelajar saat Agresi Militer Belanda I tahun 1947 yang bertempur di Panjalu. Sayang monumen sejarah perjuangan ini agak tidak terurus.

Kontur jalan yang menurun dari gerbang masuk akan membawa kita ke tepi danau, dimana wisatawan bisa menyewa perahu untuk berkeliling danau. Sewa perahu sekitar Rp 125 ribu, naik saja ramai-ramai agar bisa patungan dengan harga murah.

Di tengah danau ada pulau kecil bernama Cagar Alam Nusa Gede yang menjadi destinasi wisata religi karena ada makam Prabu Hariang Kencana atau Sayyid Ali bin Muhammad bin Umar. Dia adalah Raja Panjalu sekaligus penyebar Islam di Ciamis. Di gerbang makamnya ada dua patung harimau. Nah, kedua harimau inilah yang memiliki kisah mistis.

Wisatawan bisa bertanya kepada warga yang akan senang hati berkisah untuk Anda. Sepasang harimau ini ada namanya, yaitu Bombang Larang yang jantan dan Bombang Kencana yang betina. Keduanya dikenal warga sebagai Maung Panjalu, Maung artinya harimau dalam bahasa Sunda

Dalam kisahnya, kedua harimau ini sebenarnya adalah manusia dan cucu kembar dari Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran. Si kembar Bombang ini lahir di Panjalu dan saat remaja, mereka berguru kepada orang sakti.

Namun sayang, keduanya melanggar aturan guru mereka dengan mandi di kolam atau mata air yang jernih berisi aneka ikan. Si kembar Bombang ini berubah jadi harimau. Kedua harimau ini lantas diurus oleh Raja Panjalu saat itu dan Maung Panjalu berjanji akan menjaga kelestarian alam serta memangsa mereka yang merusak alam.

Sejak saat itu sampai sekarang, jika warga di sekitar Panjalu merasa melihat harimau di hutan, mereka akan beranggapan itu adalah harimau jadi-jadian Bombang Larang dan Bombang Kencana yang sedang berpatroli. Percaya tidak percaya, namun ada local wisdom di balik kisah mistis ini untuk menjaga kelestarian alam terutama sumber mata air.

Nah, sebagai kenang-kenangan atas kisah mistis ini, wisatawan jangan lupa membeli T Shirt bertema Maung Panjalu atau Prabu Hariang Kencana. Selamat berlibur di Ciamis dan ingat pesan Maung Panjalu untuk menjaga kelestarian alam.