Published On: Sat, Aug 5th, 2017

Pemdes Pasir Jaya Apresiasi Program Jemput Bola Disdukcapil

Share This
Tags

BERIMBANG.COM, Bogor- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor memastikan pelayanan program akte kelahiran keliling di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, telah dirampungkan. Hal ini ditegaskan Sumarno Kasie Pelayanan Catatan Sipil dan Kematian, saat dihubungi Sabtu (05/08/2017). Ia juga mengklarifikasi pernyataannya kepada sejumlah awak media terkait dugaan adanya materai palsu dalam berkas pengajuan beberapa waktu lalu.

" Jadi pengembalian berkas bukan soal materai palsu tapi ada kesalahan penulisan identitas warga pemohon. Alhamdulillah, program pembuatan akte kelahiran Di Desa Pasir Jaya sudah selesai dilaksanakan selama dua hariejak tanggal 3 sampai tanggal 4 Agustus," ungkapnya.

Ia menambahkan, berkas pengajuan yang dikembalikan sudah dikoreksi pihak desa melalui ngurus RT,RW dan Kader sehingga langsung dilakukan pembuatan akte kelahiran sesuai yang diajukan. Selain Desa Pasir Jaya, kata dia lagi, program jemput bola akte kelahiran keliling sudah dilakukan di 80 desa yang tersebar di 40 Kecamatan.

" Sudah 80 desa yang dilayani. Bagi desa yang lain, silakan ajukan pembuatan akte kelahiran ke Disdukcapil karena pasti akan dilayani," imbuhnya.

Suryani (34) salah seorang warga mengaku sangat terbantu dengan adanya program pembuatan akte kelahiran masal. Ibu dua anak ini juga mengapresiasi sistem jemput bola yang dilakukan Disdukcapil sehingga dirinya tidak perlu lagi datang ke Cibinong.

" Prosesnya cepat, jadi warga merasa terbantu dengan adanya program ini," kata dia.

Kepala Desa Pasir Jaya, Gina Garmina menekankan pentingnya memiliki Akte Kelahiran. Ia menjelaskan, akta kelahiran adalah akta/catatan otentik yang dibuat oleh pegawai catatan sipil berupa catatan resmi tentang tempat dan waktu kelahiran anak, nama anak dan nama orang tua anak secara lengkap dan jelas, serta status kewarganegaraan anak

" Hal ini dianggap penting karena data yang ada dalam akta kelahiran dapat digunakan sebagai bukti jati diri bagi si anak, sehubungan dengan hak waris atau klaim asuransi dan pengurusan hal-hal administratif lainnya seperti tunjangan keluarga, paspor, KTP, SIM, pengurusan perkawinan, perijinan, mengurus beasiswa dan lain-lain," jelasnya.

Dengan adanya data di dalam akte kelahiran, tegasnya, secara administratif negara berkewajiban memberi perlindungan terhadap anak dari segala bentuk kekerasan fisik, mental, penyanderaan, penganiayaan, penelantaran, eksploitasi termasuk penganiayaan seksual dan perdagangan anak (pasal 19 ayat 1 Konvensi Hak Anak). Untuk itu pihak berwenang dapat menjerat pelaku dengan ketentuan kejahatan terhadap anak di bawah umur.

" Intinya, program ini sangat penting dan membantu masyarakat jadi harus dikawal secara optimal agar dapat terlaksana dengan baik. Alhamdulillah, kini ratusan warga sudah memiliki akte kelahiran bagi anak-anaknya," tandas Gina. (Na/Wan)

About the Author