Bogor

Mantap, Ulama Bogor Dukung Farhat Jadi Walikota

Spread the love

BERIMBANG.COM, Bogor- Pencalonan Farhat Abbas sebagai kandidat bakal calon walikota pada pemilihan walikota (Pilwakot) Bogor pada 2018 mendatang, mendapat tanggapan dan dukungan dari sejumlah kalangan. Sosok mantan suami Nia Daniaty ini pun dianggap pribadi yang tegas dan cerdas, sehingga diharapkan menjadi solusi atas krisis kepemimpinan di kota hujan yang pro rakyat.

" Dia (Farhat, red) itu tegas dan cerdas. Yah, pemimpin harus begitu agar bisa membawa daerah kearah lebih baik. Kedekatan dengan ulama tidak diragukan lagi hal ini terbukti dengan keikutsertaannya dalam beberapa aksi bela Islam," ujar KH Rahmat Fatulloh, Minggu (08/10/2017).

Pemilik sejumlah yayasan dan pondok pesantren (ponpes) di Kota Bogor itu menambahkan, ketegasan seorang pemimpin mutlak diperlukan dalam mengelola sistem pemerintahan. Hal itu bertujuan agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak sewenang-wenang dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

" Seorang Walikota itu harus tegas, baik dalam memimpin sistem pemerintahan ataupun dalam mengambil kebijakan," imbuhnya.

Dalam mencalonkan diri sebagai bakal calon walikota, kata dia lagi, Farhat harus dilandasi karena giroh dan tanggung jawab kepada Allah SWT sehingga akan menjadi pemimpin yang amanah. Ia pun mengajak umat dan bangsa untuk kembali taat kepada Allah dalam aspek kehidupan.

" Maju di Pilwalkot harus dengan niat tulus ikhlas ingin merubah Kota Bogor kearah lebih baik dan bertakwa kepada Allah. Apapun masalahnya, ketika Allah mencabut keberkahan, maka menjadi berat Semuanya," jelasnya.

Sementara itu, Farhat menegaskan, pencalonan dirinya sebagai bakal calon Walikota Bogor karena ingin membawa Kota Bogor kearah yang lebih baik. Karena berbagai persoalan yang ada di daerah penyangga ibu kota ini belum tercapai solusi misalnya kemiskinan, kemacetan dan tata kotanya.

" Saya ingin Bogor lebih baik, makanya berniat maju di Pilwakot. Perbaikan sistem pemerintah, kebijakan ekonomi kerakyatan, sistem sarana dan prasarana transportasi maupun ahlaq pejabatnya adalah sasaran utama nantinya," singkat Farhat. (Na)