Published On: Fri, Feb 9th, 2018

Anggota DPR RI Risa Mariska Berikan Pembekalan Tentang Bung Karno

Share This
Tags

BERIMBANG.COM, Depok – Meskipun berbeda agama, suku, dan ras, namun kita tetap satu dan bersaudara dalam konteks NKRI. Tidak boleh saling hujat. Jika itu terjadi di negara ini, bisa bubar. 
Apalagi tidak ada negara dengan kebhinekaan seperti di Indonesia. Karena itu, perbedaan harus tetap utuh dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. 
Hal ini di katakan oleh Anggota DPR RI, Risa Mariska, SH. Dalam sosialisasi pemahaman empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di daerah pemilihan Depok, kamis ( 8/2) di kantor DPC Repdem Depok.

Risa Mariska menegaskan, untuk mencegah agar tidak terpengaruh dan tergelincir dengan kehidupan yang negatif. Empat pilar MPR RI hendaknya sebagai pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 
"Karena itu harus kita cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan pembekalan dan pemahaman empat pilar MPR ini. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang membingkai dan melandasi serta jadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara," Tegas Risa ketika di temui berimbang.com, seusai memberikan pembekalan tentang Bung Karno, Islam dan Pancasila, di sekretariat Repdem Depok.

Di hadapan ratusan anggota Repdem Kota Depok Risa mengutarakan, persatuan dan kesatuan bangsa ini harus terus dipelihara dan diperjuangkan. Agar kehidupan bangsa Indonesia semakin kukuh.

"Keinginan baik Bung Karno untuk senantiasa menjaga sinergi antara islam dan nasionalisme harus terus terjaga memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar wakil rakyat yang juga anggota Komisi III DPR RI itu.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerap berbagai aspirasi anggota Repdem dan para warga yang hadir.
Risa menegaskan, Pancasila sebagai ideologi bisa mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila adalah konsesus nasional yang dapat diterima semua paham, golongan, dan kelompok masyarakat di Indonesia. Dalam posisinya, Pancasila merupakan sumber jati diri, kepribadian, moralitas, dan haluan keselamatan bangsa.

"Apabila kita menyadari bahwa kunci dari kebhinekaan adalah bagaimana kita bertoleransi dan tenggang rasa. Bagaimana kita dapat menghargai sesama manusia, agama, suku dan lain-lain tidak boleh membeda bedakan," ujar Anggota Fraksi Partai PDI-P.

Sememtara itu Ketua DPC Repdem Kota Depok Frans mengatakan, sosialisasi 4 pilar kebangsaan perbedaan agama, suku, dan ras, namun kita tetap satu dan bersaudara dalam konteks pancasila dan NKRI. Tidak boleh saling hujat.
"Ini suatu kehormatan kedatangan Anggota DPR RI bagi kami dan pengurus Repdem, bisa bertemu langsung dan menyampaikan aspirasinya untuk kemajuan Kota Depok, selain juga bisa memahami wawasan kebangsaan ini," tuturnya. (Adi).

About the Author