Published On: Sat, Nov 23rd, 2013

Alasan Konsumen Menyukai Barang Obral

Share This
Tags

BERIMBANG.COM, London – Psikolog mencoba menelusuri pikiran orang saat berbelanja barang obral di supermarket. Ternyata, barang yang dijual dengan sistem buy one get one free cenderung diabaikan oleh para konsumen jika dibandingkan dengan barang obral.

Menggunakan alat pemindai MRI, ilmuwan dari Bangor University membuat simulasi belanja mingguan senilai 80 pound sterling. Para relawan dalam riset ini harus memilih antara membeli barang yang didiskon dan membeli barang dengan sistem buy one get one free yang terpampang pada layar di dalam pemindai.

Penelitian ini menganalisis kinerja otak baik rasional maupun emosional saat berbelanja. "Dari penelitian sebelumnya telah terungkap bahwa perilaku otak tidak logis saat berhadapan dengan kelebihan informasi yang dihadapi para pembelanja di supermarket tertentu," ujar Phillip Adcock, Managing Director Shopping Behaviour Xplained (SBXL) seperti dikutip BBC edisi 19 November 2013.

"Terlihat bahwa hampir 20 persen dari para pembelanja itu cenderung untuk mengambil barang-barang yang diberi penawaran khusus di dalam keranjang belanja mereka meskipun barang itu lebih mahal daripada produk normal. Dan kita tahu bahwa hampir separuh dari para shopper itu mengabaikan barang-barang buy one get one free , mereka hanya memilih satu," sambung Adcock.

Hasil riset awal menunjukkan bahwa konsumen hanya merespons secara rasional atau matematis selama 23 menit pertama waktu belanja mereka. Selanjutnya, mereka akan berpikir secara emosional dan hanya bisa menebak nilai uang.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa setelah 40 menit, waktu yang biasanya diperlukan untuk belanja mingguan, otak menjadi lelah dan terhenti secara efektif serta mencampur pemikiran rasional dan emosional bersama-sama.

Pemindai MRI awalnya dibeli untuk membantu mendiagnosis tumor otak dan abnormalitas fungsi otak, seperti epilepsi. Namun, dosen senior psikologi di Bangor University, Dr. Paul Mullins, yakin bahwa penelitian seperti ini bisa membantu pemanfaatan alat pemindai tersebut untuk mengetahui proses berpikir seseorang. Menurut dia, sistem MRI membuat peneliti bisa menginvestigasi neural basis of decision making.(bbc)

About the Author

Leave a comment

You must be Logged in to post comment.